More Website Templates at TemplateMonster.com!

Sistem Manajemen Resiko

Risk Management System

Sistem Manajemen Risiko bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan atas risiko-risiko yang timbul yang dapat merugikan Perseroan dengan menggunakan pendekatan sistematis, sehingga pada akhirnya Perseroan dapat menghindari risiko, efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.

Proses Sistem Manajemen Risiko Perseroan dilakukan dengan cara pengidentifikasian risiko, penilaian risiko, penanganan risiko, monitoring hasil penanganan risiko, dan mengevaluasi sistem dan penanganan risiko yang sedang berjalan.

Risiko-risiko yang dihadapi Perseroan beserta penanganannya, antara lain:

1.

Risiko atas musnahnya persediaan barang Perseroan ataupun aset tetap Perseroan yang dikarenakan oleh hal-hal yang sulit diantisipasi oleh manajemen Perseroan baik oleh karena bencana alam maupun kerusuhan. Manajemen telah meminimalisasikan resiko ini dengan mengasuransikan seluruh persediaan dan aset tetap Perseroan termasuk asuransi business

 
2.

Risiko Operasional yang utama adalah Perseroan tidak dapat memproduksi produk sesuai dengan permintaan pelanggan yang dikarenakan adanya kerusakan mesin, pemogokan karyawan, ketiadaan bahan baku, dan cukup banyaknya buruh-buruh baru.

Perseroan telah mempunyai rencana dan jadwal perawatan mesin secara berkala, dan Perseroan juga telah mempunyai stok sparepart mesin yang umum dan perlu untuk kegiatan perawatan mesin tersebut.

Untuk mengantisipasi terjadinya pemogokan karyawan, Perseroan secara intensif selalu melakukan komunikasi dengan karyawan baik secara langsung maupun melalui perwakilan karyawan di SPSI.

Untuk mencegah ketiadaan bahan baku, Perseroan telah membuat jadwal pengadaan bahan baku, minimum stok, serta evaluasi kinerja pemasok yang di reviu setiap bulan.

Perseroan mengadakan pelatihan-pelatihan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi karyawan Perseroan.

 

Perseroan selalu mengadakan reviu secara berkala atas Sistem Manajemen Risiko Perseroan yang ada agar penanganan risiko bisa tepat sasaran.

Risk Management System aims to raise awareness about the risks that may harm the Company's businesses by using a systematic approach, so that the Company can avoid risks, negative impacts, and accommodate certain consequences, either partially or completely.

The Company's Risk Management System process is conducted through risk identification, risk assessment, risk handling, monitoring results from risk handling, and evaluate the ongoing risk management system and handling.

The risks faced by the Company and risk handling, among others:

1.

Risks arising from the loss of the Company's inventory or fixed assets due to things that are difficult to anticipate by the Company's management, either by natural disasters or social unrest. Management has minimized this risk by insuring all of its inventory and fixed assets, including business interruption insurance, to insurance companies;

 
2.

The main operational risk is when the Company fails to produce products according to customer demand due to mechanical failure, employee strikes, a lack of raw materials and huge number of new workers.

The Company has already formulated a plan, set a schedule for regular equipment maintenance and stocked common and key spare parts for maintenance.

In anticipation of a strike, from time to time the Company conducts intensive communication with the labor union, either directly or through representatives of the union in SPSI.

To prevent a lack of raw materials, the Company has set a schedule for procurement of raw materials and minimum stock, as well as evaluating supplier performance every month.

The Company holds trainings on a regular basis to improve the competence of its employees.

 

The Company has always held a regular review on its Risk Management System so that risks can be handled effectively.